Sebuah peristiwa tragis terjadi di Chhatrapati Sambhajinagar, Maharashtra, India, setelah perselisihan keluarga terkait ponsel berujung pada meninggalnya tiga anggota keluarga di kawasan perbukitan Khavdya, dekat Tisgaon.
Korban terdiri dari seorang pemuda bernama Kunal Chandgude, ayahnya Murlidhar Chandgude, serta ibunya Sangita Chandgude. Ketiganya dilaporkan meninggal setelah terjatuh dari kawasan tebing pada Jumat, 21 Agustus 2026.
Menurut laporan kepolisian yang dikutip sejumlah media India, kejadian bermula setelah terjadi perselisihan antara Kunal dan keluarganya terkait pembayaran ponsel yang dibelinya dengan sistem cicilan.
Setelah pertengkaran tersebut, Kunal pergi menuju kawasan Khavdya Hills sekitar pukul 10.00 waktu setempat. Ia kemudian berada di dekat tepi bukit dalam kondisi emosional.
Mengetahui hal tersebut, kedua orang tuanya segera menyusul. Warga, polisi, serta petugas pemadam kebakaran juga datang ke lokasi untuk membantu dan berusaha membujuk Kunal agar menjauh dari area berbahaya.
Upaya untuk menyelamatkan Kunal berlangsung selama hampir tiga jam. Petugas bersama keluarga dan warga terus berusaha menenangkannya dan membawanya kembali ke tempat aman.
Sekitar pukul 13.00 waktu setempat, situasi berubah menjadi tragedi. Ketika sang ayah berusaha mendekati dan menyelamatkan Kunal, keduanya terjatuh dari bukit. Sang ibu yang berada di lokasi kemudian juga jatuh tak lama setelah menyaksikan kejadian tersebut.
Ketiga korban dinyatakan meninggal dunia. Petugas kemudian mengevakuasi jenazah mereka dan membawanya untuk menjalani pemeriksaan post-mortem.
Kepolisian setempat masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui secara lengkap latar belakang dan rangkaian peristiwa yang menyebabkan tragedi tersebut.
Laporan awal menyebut perselisihan terkait ponsel menjadi salah satu pemicu kejadian. Namun, pihak berwenang masih mendalami kondisi serta persoalan lain yang mungkin berkaitan dengan peristiwa tersebut.
Peristiwa ini mendapat perhatian luas di India setelah rekaman upaya penyelamatan beredar di media sosial. Insiden tersebut sekaligus menjadi pengingat akan pentingnya dukungan emosional dan komunikasi dalam menghadapi konflik maupun tekanan di dalam keluarga.