Kabar duka datang dari dunia musik. Legenda country asal Amerika Serikat, Dolly Parton, meninggal dunia pada usia 80 tahun.
Parton meninggal pada Selasa (25/8) di Nashville, Tennessee, setelah menjalani perjuangan singkat melawan kanker. Kabar tersebut disampaikan oleh pihak keluarga dan kemudian dikonfirmasi oleh perwakilannya.
Dalam pernyataannya, keluarga menyebut Dolly Parton meninggal dengan tenang. Sebuah acara penghormatan secara tertutup juga akan digelar khusus untuk keluarga dan orang-orang terdekatnya.
Kepergian Parton menutup perjalanan panjang seorang perempuan yang tumbuh dari keluarga miskin di Tennessee hingga menjelma menjadi salah satu nama paling berpengaruh dalam sejarah musik Amerika.
Dolly Parton lahir pada 19 Januari 1946 di sebuah kabin sederhana di Tennessee. Ia merupakan anak keempat dari 12 bersaudara dan tumbuh dalam keluarga yang hidup serba terbatas.
Musik sudah menjadi bagian dari kehidupannya sejak kecil. Parton belajar memainkan gitar saat masih berusia tujuh tahun dan mulai menulis lagu sendiri.
Setelah lulus sekolah, ia memutuskan pindah ke Nashville untuk mengejar mimpinya di dunia musik.
Keputusan itu menjadi awal dari perjalanan karier yang luar biasa.
Dolly kemudian dikenal lewat sederet lagu ikonik seperti “Jolene”, “Coat of Many Colors”, “9 to 5”, hingga “I Will Always Love You”.
Lagu terakhir bahkan kembali mendunia setelah dibawakan Whitney Houston untuk film The Bodyguard pada 1992.
Selama lebih dari lima dekade berkarier, Dolly Parton menulis lebih dari 3.000 lagu, merilis puluhan album, dan meraih berbagai penghargaan, termasuk Grammy.
Ia juga sukses menembus dunia film.
Salah satu penampilannya yang paling dikenal adalah dalam film “9 to 5” pada 1980 bersama Jane Fonda dan Lily Tomlin. Lagu dengan judul yang sama kemudian menjadi salah satu karya paling ikonik dalam kariernya dan dikenal sebagai lagu yang merepresentasikan kehidupan para pekerja.
Parton juga membintangi sejumlah film lain, termasuk Steel Magnolias dan The Best Little Whorehouse in Texas.
Namun, perjalanan Dolly tidak hanya berhenti di dunia hiburan.
Di tengah kesuksesan karier dan bisnisnya, Dolly Parton juga dikenal sebagai sosok yang aktif dalam kegiatan sosial.
Salah satu warisan terbesarnya adalah Imagination Library, program literasi yang menyediakan buku untuk anak-anak.
Program tersebut telah membagikan lebih dari 300 juta buku kepada anak-anak di berbagai negara.
Parton juga pernah menyumbangkan dana sebesar US$1 juta untuk penelitian Covid-19 di Vanderbilt University. Dana tersebut ikut mendukung penelitian yang berkaitan dengan pengembangan vaksin Moderna.
Bagi Dolly, membantu orang lain bukan sekadar bagian dari citra seorang selebritas.
Program literasi yang ia bangun juga memiliki hubungan personal dengan kehidupannya. Ayahnya tidak bisa membaca, dan Dolly ingin membantu anak-anak mendapatkan kesempatan yang mungkin tidak dimiliki banyak orang di generasi sebelumnya.
Dalam beberapa tahun terakhir, Dolly Parton juga terbuka mengenai sejumlah masalah kesehatan yang dialaminya.
Ia mengaku sempat mengabaikan kondisi kesehatannya saat merawat sang suami, Carl Dean, yang meninggal dunia pada Maret 2025.
Kehilangan suaminya menjadi pukulan berat bagi Parton. Keduanya telah menjalani hubungan selama puluhan tahun dan dikenal menjaga kehidupan pribadi mereka jauh dari sorotan publik.
Meski menghadapi masa sulit, Parton tetap aktif berkarya dan menjalankan berbagai proyeknya.
Kini, setelah perjalanan hidup dan karier yang membentang selama beberapa dekade, Dolly Parton meninggalkan warisan yang jauh lebih besar dari sekadar lagu.
Dari “Jolene”, “9 to 5”, hingga “I Will Always Love You”, karya-karyanya telah melewati generasi dan terus menemukan pendengar baru.
Ia mungkin dikenal dunia sebagai penyanyi country dengan gaya khas dan penampilan penuh gemerlap. Namun, bagi banyak orang, Dolly Parton adalah bukti bahwa seseorang bisa datang dari tempat yang sederhana, bermimpi besar, lalu menggunakan kesuksesannya untuk memberi dampak kepada orang lain.