Sejumlah wilayah China tengah bersiap menghadapi cuaca ekstrem setelah beberapa badai tropis bergerak di kawasan Pasifik Barat Laut dan Laut China Selatan secara bersamaan.
Salah satu badai, Narra, telah mendarat di Pulau Hainan pada Selasa malam sebagai badai tropis. Sementara itu, Topan Saudel juga terus bergerak dan diperkirakan mengarah ke pesisir timur China.
Situasi semakin menarik perhatian karena Narra dan Saudel bukan satu-satunya sistem cuaca yang aktif.
Berdasarkan laporan Administrasi Meteorologi China, Narra dan Saudel muncul bersamaan dengan dua siklon tropis lainnya, Gaenari dan Atsani.
Empat sistem badai tersebut membentuk fenomena yang cukup langka, dengan beberapa badai berputar secara bersamaan di wilayah Pasifik Barat Laut dan Laut China Selatan.
Sebelum mendarat di Hainan, Narra sempat berada selama beberapa hari di wilayah Teluk Beibu atau yang juga dikenal sebagai Teluk Tonkin.
Badai tersebut membawa hujan deras ke sejumlah wilayah, termasuk Guangxi, Hainan, dan Guangdong.
Hujan diperkirakan masih akan terus terjadi di wilayah selatan China.
Padahal, curah hujan tinggi dalam beberapa waktu terakhir sudah menyebabkan sejumlah sungai melampaui level peringatan dan merendam kawasan dataran rendah di Guangxi.
Kondisi tersebut membuat pemerintah daerah meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir dan dampak cuaca ekstrem lainnya.
Ancaman badai juga memaksa pemerintah daerah mengambil sejumlah langkah darurat.
Di beberapa wilayah, termasuk Guangxi dan Hainan, aktivitas bisnis dan operasional pariwisata sementara dihentikan.
Puluhan ribu warga juga telah dievakuasi sebagai langkah antisipasi terhadap hujan deras, banjir, dan angin kencang yang berpotensi terjadi.
Pihak berwenang masih terus memantau perkembangan badai karena kondisi cuaca diperkirakan belum sepenuhnya membaik dalam beberapa hari ke depan.
Di saat Narra membawa hujan deras di wilayah selatan, Topan Saudel juga menjadi ancaman baru.
Saudel diperkirakan akan mendarat di wilayah pesisir timur China, tepatnya di antara Provinsi Zhejiang dan Fujian.
Badai tersebut diprediksi mencapai daratan antara Kamis (20/8) dan Jumat.
Model cuaca juga menunjukkan pita hujan dari Saudel berpotensi meluas hingga kembali memengaruhi wilayah Guangxi.
Sebelum bergerak menuju China, Saudel lebih dulu melintasi Prefektur Okinawa, Jepang, pada Rabu pagi.
Badai tersebut memicu peringatan terkait angin kencang dan gelombang tinggi.
Saat bergerak ke arah barat, wilayah Kepulauan Amami di Prefektur Kagoshima juga masuk ke dalam jangkauan angin badai.
Akibatnya, hampir 35 ribu rumah dilaporkan mengalami pemadaman listrik.
Dampak Saudel juga terasa pada sektor transportasi udara di Jepang.
Sebanyak 92 penerbangan yang melayani sejumlah bandara di Prefektur Okinawa dibatalkan pada Rabu.
Maskapai All Nippon Airways (ANA) juga menghentikan seluruh penerbangan menuju dan dari Bandara Naha, yang menjadi salah satu pintu utama menuju Okinawa.
Sementara itu, Taiwan juga ikut bersiap menghadapi dampak dari badai tersebut.
Administrasi Cuaca Pusat Taiwan menyebut Saudel bergerak di sebelah utara pulau tersebut dan diperkirakan akan secara perlahan melemah.
Meski demikian, sejumlah wilayah di Taiwan bagian utara dan selatan masih berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga Jumat.
Dengan beberapa badai yang bergerak hampir bersamaan, wilayah Asia Timur kini menghadapi beberapa hari penuh tantangan cuaca.
China, Jepang, hingga Taiwan terus meningkatkan kewaspadaan karena hujan deras, angin kencang, banjir, serta gangguan transportasi masih berpotensi terjadi selama badai-badai tersebut bergerak melintasi kawasan.