Roma, Italia — Italia tengah mempersiapkan pembangunan proyek infrastruktur besar berupa jembatan gantung terpanjang di dunia yang akan menghubungkan wilayah Sicilia dan Calabria melalui Selat Messina.
Proyek Jembatan Selat Messina (Ponte sullo Stretto di Messina) ini dirancang memiliki panjang bentang utama sekitar 3,7 kilometer, menjadikannya salah satu proyek jembatan paling ambisius yang pernah dibuat.
Jembatan tersebut akan menghubungkan Kota Messina di Pulau Sicilia dengan wilayah Villa San Giovanni di Calabria, Italia bagian selatan. Kehadiran jembatan ini diharapkan dapat mempercepat konektivitas, meningkatkan sektor pariwisata, serta mendukung aktivitas ekonomi antarwilayah.
Selain memiliki ukuran yang luar biasa, desain jembatan ini juga menghadapi tantangan teknis besar karena dibangun di kawasan dengan kondisi geografis kompleks, termasuk aktivitas seismik yang cukup tinggi.
Pemerintah Italia menyebut proyek ini sebagai bagian dari upaya modernisasi infrastruktur nasional. Jembatan tersebut dirancang tidak hanya untuk kendaraan, tetapi juga akan memiliki jalur kereta api sehingga dapat memperkuat jaringan transportasi di wilayah selatan Italia.
Meski mendapat dukungan dari pemerintah, pembangunan jembatan ini juga menuai perdebatan. Beberapa pihak menyoroti biaya proyek yang sangat besar serta mempertanyakan dampak lingkungan terhadap kawasan sekitar Selat Messina.
Jika berhasil diselesaikan, Jembatan Selat Messina akan mengalahkan rekor Jembatan Çanakkale 1915 di Turki sebagai jembatan gantung dengan bentang terpanjang di dunia.
Proyek ini menjadi salah satu simbol ambisi Italia dalam membangun infrastruktur modern sekaligus membuka konektivitas baru antara daratan utama Italia dan Pulau Sicilia.