ISRAEL UTARA, TDN Media — Sebuah ledakan yang diduga berasal dari amunisi yang belum meledak menewaskan seorang siswa berusia 14 tahun dan melukai 24 orang lainnya saat kegiatan perjalanan sekolah di Israel utara, dekat perbatasan Lebanon, pada Senin, 12 Oktober 2026.
Para korban terdiri atas 22 siswa laki-laki dan dua orang dewasa. Dua siswa dilaporkan mengalami luka serius, sementara korban lainnya mengalami luka dengan tingkat keparahan yang berbeda.
Insiden tersebut terjadi ketika rombongan siswa dan guru mengikuti kegiatan luar ruangan di kawasan perbukitan dekat perbatasan Lebanon. Wilayah tersebut diketahui masih memiliki risiko akibat sisa amunisi dari konflik bersenjata sebelumnya.
Penyelidikan awal menunjukkan ledakan kemungkinan dipicu oleh amunisi yang sebelumnya tidak meledak. Militer Israel menduga benda tersebut merupakan submunisi dari amunisi tandan yang dikaitkan dengan kelompok Hezbollah.
Menurut keterangan awal kepolisian yang dikutip Reuters, benda tersebut kemungkinan meledak setelah diambil oleh salah satu siswa. Namun, penyelidikan masih berlangsung untuk memastikan rangkaian kejadian dan asal amunisi tersebut.
Petugas medis mengatakan sejumlah korban mengalami luka akibat serpihan ledakan. Tim penyelamat, personel militer, dan helikopter dikerahkan untuk membantu evakuasi serta membawa korban ke fasilitas kesehatan.
Kepala Kepolisian Israel Daniel Levy mengatakan pihaknya akan meninjau prosedur keselamatan kegiatan perjalanan sekolah di kawasan tersebut. Otoritas mempertimbangkan langkah pencegahan untuk mengurangi risiko insiden serupa.
Kawasan perbatasan Israel-Lebanon telah terdampak konflik bersenjata yang melibatkan Israel dan Hezbollah. Roket serta amunisi yang gagal meledak dapat tetap membahayakan warga sipil meskipun pertempuran di lokasi tertentu telah mereda.
Peristiwa ini kembali menyoroti bahaya sisa bahan peledak di wilayah konflik, terutama bagi anak-anak dan warga yang melakukan aktivitas di luar ruangan.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengimbau masyarakat agar mematuhi arahan Komando Pertahanan Dalam Negeri dan tidak menyentuh sisa amunisi maupun benda yang mencurigakan.
Peringatan tersebut menjadi penting karena perangkat peledak yang tidak meledak dapat tetap berbahaya ketika dipindahkan atau disentuh.
Penyelidikan atas insiden tersebut masih berlangsung. Otoritas terus memeriksa lokasi untuk memastikan sumber ledakan dan mengidentifikasi kemungkinan adanya benda peledak lain yang dapat membahayakan warga.