Lima bayi orangutan ditemukan terlantar di kawasan hutan Udayapur-Talsari, Distrik Balasore, Odisha, India, pada Selasa (8/9/2026). Penemuan satwa langka tersebut memicu penyelidikan terkait dugaan perdagangan ilegal satwa liar lintas negara.
Warga setempat melaporkan temuan itu kepada petugas kehutanan setelah melihat lima bayi orangutan berada di kawasan hutan. Petugas dari Indian Forest Service kemudian melakukan penyelamatan dan membawa seluruh satwa ke kantor kehutanan untuk mendapatkan pemeriksaan awal.
Kelima orangutan diperkirakan berusia di bawah 18 bulan. Berdasarkan laporan petugas, satwa tersebut langsung diberikan makanan dan perawatan awal setelah berhasil diselamatkan. Seluruhnya dilaporkan dalam kondisi sehat saat ditemukan.
Pada 9 September, kelima orangutan dipindahkan ke Kebun Binatang Nandankanan di Odisha untuk menjalani pemeriksaan medis, karantina, dan pemantauan lebih lanjut. Pemindahan dilakukan oleh tim Baleshwar Wildlife Division guna memastikan kondisi kesehatan satwa tetap terjaga.
Petugas menduga kelima orangutan tersebut ditelantarkan setelah kemungkinan adanya upaya penyelundupan satwa ilegal yang gagal. Kecurigaan ini muncul karena orangutan bukan satwa asli India dan tidak memiliki habitat alami di kawasan tersebut.
Pejabat kehutanan setempat menyatakan bahwa kemungkinan penyelundupan masih diselidiki dan belum terdapat bukti konklusif yang memastikan dugaan tersebut. Penyidik masih berupaya mengungkap bagaimana kelima satwa itu bisa sampai ke India serta pihak yang bertanggung jawab atas keberadaan mereka.
Orangutan secara alami berasal dari wilayah Kalimantan dan Sumatra. Seluruh spesies orangutan menghadapi ancaman kepunahan akibat berbagai faktor, termasuk kehilangan habitat dan perburuan ilegal. Kasus ini kembali menyoroti ancaman perdagangan satwa liar lintas negara terhadap kelestarian primata yang dilindungi.