Foto truk operasional Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes) yang mengangkut bibit dan tandan buah segar kelapa sawit viral di media sosial. Kendaraan tersebut menjadi sorotan setelah terlihat melintasi kawasan Sumatera yang diselimuti kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Rabu (14/10/2026).
Foto yang diunggah oleh akun Instagram @ceritaselamanya itu memicu perdebatan publik. Warganet mempertanyakan penggunaan kendaraan operasional Kopdes yang dirancang untuk mendukung ketahanan pangan dan perekonomian masyarakat desa, tetapi terlihat mengangkut komoditas perkebunan sawit.
Sejumlah pengguna media sosial menduga penggunaan kendaraan tersebut tidak sesuai dengan tujuan program Koperasi Desa Merah Putih. Mereka menilai fasilitas yang didukung negara seharusnya digunakan sesuai peruntukan dan tidak dimanfaatkan untuk kepentingan pribadi maupun kelompok tertentu.
Kritik juga mengarah pada transparansi pengelolaan fasilitas publik, terutama terkait penggunaan armada operasional dan sarana pendukung program koperasi di tingkat desa. Unggahan tersebut turut memunculkan pertanyaan mengenai pemanfaatan fasilitas program di tengah persoalan kebakaran hutan dan kabut asap yang melanda sejumlah wilayah Sumatera.
Koperasi Desa Merah Putih sendiri dirancang untuk mendukung perekonomian warga desa, termasuk melalui penguatan distribusi kebutuhan pangan. Namun, foto truk yang membawa komoditas sawit tersebut memicu pertanyaan mengenai kesesuaian penggunaannya dengan tujuan program.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada penjelasan resmi dari otoritas terkait mengenai lokasi pasti kendaraan maupun keabsahan operasional truk tersebut. Publik pun menunggu klarifikasi untuk memastikan apakah penggunaan armada itu telah sesuai dengan ketentuan yang berlaku.