Aksi enam aktivis Greenpeace yang sempat ditangkap setelah membentangkan spanduk protes krisis iklim di Monumen Selamat Datang, Bundaran HI, Jakarta, pada Selasa (20/10/2026), memicu gerakan warganet di media sosial. Sejumlah netizen mengusulkan penggalangan dana sebesar Rp10.000 per orang untuk memasang pesan protes serupa melalui videotron di Times Square, New York, Amerika Serikat.
Gagasan tersebut ramai dibicarakan di Threads setelah spanduk protes yang dibentangkan para aktivis diturunkan oleh aparat. Keenam aktivis sempat dibawa ke kantor polisi sebelum akhirnya dibebaskan.
Salah satu pengguna Threads mengajak warganet patungan untuk mewujudkan rencana tersebut. Unggahannya mendapat hampir 30.000 tanda suka dan menuai berbagai respons positif dari pengguna lain.
Times Square dipilih karena dikenal sebagai salah satu kawasan ikonik dan ramai di dunia. Para pendukung gagasan ini berharap pemasangan pesan di lokasi tersebut dapat menarik perhatian masyarakat internasional terhadap berbagai persoalan di Indonesia, termasuk karhutla, tingginya biaya hidup, dan terbatasnya lapangan pekerjaan.
Sejumlah netizen menyarankan agar pesan kampanye menggunakan bahasa Inggris supaya lebih mudah dipahami oleh masyarakat global. Ada pula yang mengusulkan agar materi videotron menampilkan kondisi kerusakan hutan, dampak kabut asap terhadap kesehatan warga, serta persoalan yang dihadapi anak-anak.
Sebagian warganet juga menekankan bahwa kampanye tersebut sebaiknya berfokus pada persoalan lingkungan dan dampaknya bagi masyarakat, bukan pada kepentingan politik atau figur tertentu. Mereka mengusulkan penggunaan visual yang memperlihatkan kerusakan hutan, warga yang terdampak gangguan pernapasan, serta dampak lingkungan terhadap masa depan generasi berikutnya.
Meski mendapat dukungan di media sosial, gagasan patungan Rp10.000 tersebut masih berupa usulan warganet. Belum ada informasi yang memastikan bahwa penggalangan dana telah resmi dimulai atau pemasangan videotron di Times Square telah terlaksana.