Gestur salam tiga jari belakangan ramai terlihat dalam sejumlah pertunjukan musik di Indonesia. Beberapa musisi Tanah Air menunjukkan simbol tersebut ketika tampil, bahkan ada yang mengajak penonton untuk melakukan gerakan serupa.
Aksi ini menarik perhatian karena terjadi dalam berbagai acara musik dan di sejumlah kota. Nama-nama seperti Ziva Magnolya, Mahalini, Fiersa Besari, Keisya Levronka, Iwan Fals, hingga Yura Yunita turut menjadi sorotan setelah momen penampilan mereka beredar di media sosial.
Fenomena tersebut memperlihatkan bagaimana panggung musik juga dapat menjadi ruang bagi musisi untuk menyampaikan pesan di luar penampilan musikal mereka.
Salah satu momen yang ramai dibicarakan datang dari Ziva Magnolya. Penyanyi tersebut menunjukkan salam tiga jari ketika menjadi bintang tamu dalam konser band asal Amerika Serikat, LANY, di Indonesia Arena, Jakarta, pada Jumat, 30 Oktober 2026.
Saat itu, Ziva berkesempatan berduet dengan vokalis LANY, Paul Klein, membawakan lagu “Stuck”. Setelah penampilan selesai, ia terlihat mengacungkan tiga jari ke arah penonton.
Gestur tersebut kemudian mendapat respons dari sejumlah penonton yang ikut menunjukkan simbol serupa. Ziva juga membagikan potret dirinya dengan salam tiga jari melalui akun Threads pada 31 Oktober 2026.
Mahalini juga terlihat mengangkat tiga jari ketika tampil dalam acara Live Project 2026 di Semarang. Penampilannya turut diiringi visual layar LED yang memuat pesan kepedulian terhadap hutan, satwa, dan masyarakat, termasuk ajakan untuk terus menyuarakan persoalan kebakaran hutan dan lahan.
Sementara itu, Fiersa Besari menunjukkan gestur serupa saat tampil di Purwokerto. Simbol tiga jari juga ditampilkan melalui layar LED di belakang panggung, sehingga menjadi bagian dari visual pertunjukan.
Kedua momen tersebut menambah deretan penampilan musisi yang menggunakan panggung untuk menyampaikan pesan sosial kepada para penonton.
Keisya Levronka juga terlihat menunjukkan salam tiga jari ketika tampil di Bandung. Aksi tersebut kemudian ikut menjadi perbincangan di media sosial.
Gestur serupa turut diperlihatkan Iwan Fals saat tampil dalam konser Menembus Awan Hijau di Depok. Dalam penampilannya, musisi senior tersebut mengangkat tiga jari bersama penonton yang hadir.
Keterlibatan musisi dari generasi berbeda membuat fenomena ini semakin terlihat di berbagai panggung musik. Salam tiga jari tidak hanya muncul dalam satu jenis acara, tetapi juga ditunjukkan dalam pertunjukan dengan karakter penonton dan musisi yang beragam.
Momen lain yang turut menarik perhatian datang dari Yura Yunita. Saat membawakan lagu “Pertiwi”, ia menyampaikan pesan melalui penampilannya sembari mengacungkan salam tiga jari.
Aksi tersebut diikuti oleh penonton yang hadir. Suasana semakin emosional ketika Yura terlihat menangis di atas panggung setelah menyampaikan pesannya melalui lagu tersebut.
Rekaman penampilan itu kemudian beredar di media sosial dan mendapat perhatian warganet. Perpaduan lagu “Pertiwi”, gestur tiga jari, serta respons penonton menjadikan momen tersebut salah satu penampilan yang banyak dibicarakan.
Salam tiga jari dikenal luas melalui novel dan film The Hunger Games. Dalam kisah tersebut, gestur ini berkembang menjadi simbol solidaritas dan perlawanan masyarakat terhadap kekuasaan Capitol.
Di dunia nyata, simbol serupa juga digunakan dalam berbagai gerakan sosial sebagai bentuk solidaritas, persatuan, dan penyampaian sikap. Di Indonesia, kemunculannya belakangan turut menjadi perhatian dalam sejumlah aksi masyarakat dan mahasiswa.
Meski demikian, makna atau pesan yang ingin disampaikan setiap musisi melalui gestur tersebut tidak selalu dapat disimpulkan hanya dari gerakan tangannya. Konteks penampilan dan pernyataan masing-masing musisi tetap perlu diperhatikan.
Ramainya salam tiga jari di panggung musik menunjukkan bahwa pertunjukan tidak hanya menjadi ruang hiburan, tetapi juga dapat menjadi tempat bagi publik untuk menyampaikan kepedulian terhadap berbagai isu yang sedang berkembang.