Sebuah insiden menegangkan di Texas, Amerika Serikat, menjadi perhatian setelah seorang sopir truk disebut berusaha menyelamatkan Lamborghini Aventador yang terjebak di perlintasan kereta.
Mobil sport berwarna hitam tersebut dilaporkan tiba-tiba berhenti tepat di tengah rel. Situasi semakin berbahaya ketika sebuah kereta terlihat mendekat, sementara kendaraan tersebut belum berhasil keluar dari jalur perlintasan.
Melihat kereta yang semakin dekat, pengemudi Lamborghini memilih meninggalkan kendaraannya dan menyelamatkan diri.
Mobil yang masih berada di atas rel berisiko tertabrak kereta. Dalam kondisi darurat tersebut, seorang sopir truk bernama Bryce Calder mengambil tindakan untuk memindahkan kendaraan dari jalur perlintasan.
Bryce disebut menggunakan truk yang dikemudikannya untuk menabrak bagian belakang Lamborghini. Tindakan tersebut membuat mobil terdorong keluar dari rel sehingga terhindar dari kemungkinan tabrakan langsung dengan kereta.
Meski tindakan itu disebut sebagai upaya penyelamatan dalam situasi darurat, benturan tersebut dilaporkan menyebabkan kerusakan pada Lamborghini Aventador.
Namun, cerita tersebut tidak berhenti setelah mobil berhasil diselamatkan. Dalam narasi yang beredar di media sosial, pemilik Lamborghini justru disebut menggugat Bryce Calder sebesar US$1 juta atau sekitar Rp16 miliar, bergantung pada nilai tukar yang digunakan.
Gugatan tersebut dikaitkan dengan kerusakan yang dialami mobil setelah didorong menggunakan truk. Kisah ini kemudian memunculkan perhatian karena tindakan yang disebut sebagai upaya menyelamatkan kendaraan justru berujung pada persoalan hukum.
Narasi yang beredar juga menyebut hakim memenangkan pemilik Lamborghini dan memerintahkan Bryce membayar ganti rugi.
Meski demikian, informasi mengenai gugatan, proses persidangan, hingga putusan tersebut belum dapat dipastikan hanya berdasarkan unggahan media sosial yang disertakan. Identitas para pihak, nomor perkara, serta dokumen putusan pengadilan perlu diperiksa untuk memastikan kebenaran cerita tersebut.