Perseteruan antara aktor Korea Selatan Hong Min Gi dan mantan pacarnya, seorang influencer yang disebut sebagai A, berlanjut ke ranah hukum. A menyatakan tidak akan lagi mengungkap persoalan mereka melalui media sosial dan memilih membawa kasus tersebut ke persidangan.
A sebelumnya melontarkan sejumlah tuduhan terhadap Hong Min Gi, mulai dari dugaan kekerasan dalam pacaran, ancaman, hingga desakan untuk melakukan aborsi. Ia juga sempat mengunggah foto luka, foto USG, dan dokumen medis yang diklaim berkaitan dengan tuduhannya.
Namun, pihak Hong Min Gi melalui agensinya, Fable Company, membantah berbagai tuduhan tersebut. Agensi menilai terdapat sejumlah klaim A yang tidak sesuai dengan fakta versi mereka dan menyatakan akan menggunakan bukti serta proses hukum untuk mengungkap kejadian sebenarnya.
Setelah beberapa kali mengunggah tuduhan dan bukti melalui akun pribadinya, A mengatakan tidak akan lagi membahas Hong Min Gi melalui media sosial.
Ia menyatakan akan melanjutkan kasus melalui kuasa hukum dan meminta persoalan tersebut diselesaikan di pengadilan. Sejumlah unggahan sebelumnya, termasuk foto USG, dokumen terkait penanganan kehamilan, serta foto dan video luka, kemudian telah dihapus dari akun media sosialnya.
Langkah tersebut membuat perseteruan keduanya diperkirakan akan berlanjut melalui jalur hukum, mengingat kedua pihak sama-sama menyampaikan versi berbeda mengenai hubungan mereka.
Fable Company membenarkan bahwa Hong Min Gi dan A pernah menjalin hubungan sejak sekitar April 2026. Namun, pihak agensi memberikan versi berbeda mengenai penyebab hubungan mereka berakhir.
Agensi mengklaim Hong Min Gi memutuskan hubungan setelah mengetahui A masih berkomunikasi dengan mantan kekasihnya. Pihak Hong Min Gi juga menuding A terus menghubungi dan mendatanginya setelah hubungan berakhir.
Terkait klaim kehamilan dan dugaan desakan aborsi, pihak Hong Min Gi juga membantahnya. Agensi menyatakan Hong Min Gi tidak pernah meminta A melakukan aborsi dan mengaku telah menyiapkan sejumlah materi untuk mendukung posisi mereka dalam proses hukum.
Di sisi lain, A mempertahankan tuduhannya dan menyatakan memiliki catatan medis serta bukti lain yang akan digunakan dalam proses hukum. Dengan pernyataan kedua pihak yang saling bertolak belakang, kebenaran mengenai berbagai tuduhan tersebut belum diputuskan secara hukum dan masih menunggu proses lebih lanjut.
Hong Min Gi dan agensinya menyatakan akan mengambil langkah perdata maupun pidana terkait tuduhan yang mereka nilai tidak benar serta dugaan pendekatan berulang dari A.
Sementara itu, A juga memilih membawa tuduhannya melalui kuasa hukum dan meminta agar kebenaran dibuktikan melalui proses persidangan.
Dengan demikian, perseteruan yang sebelumnya berlangsung melalui media sosial kini berpotensi memasuki babak baru di ranah hukum.