Apple kembali memperbarui lini komputer desktopnya dengan memperkenalkan Mac mini generasi terbaru.
Bukan sekadar mendapat peningkatan performa biasa, Mac mini baru ini dirancang untuk menangani kebutuhan komputasi AI yang semakin besar, termasuk menjalankan AI agent secara lokal maupun sebagai perangkat yang aktif selama 24 jam.
Apple memperkenalkan Mac mini terbaru pada Selasa (25/8), bersamaan dengan pembaruan Mac Studio.
Mac mini generasi terbaru dibanderol mulai US$899 atau sekitar Rp14 jutaan, lebih mahal US$100 dibandingkan generasi sebelumnya.
Perangkat ini hadir dalam dua pilihan chip, yakni M6 dan M5 Pro.
Mac mini belakangan menjadi salah satu perangkat yang banyak digunakan untuk menjalankan AI secara lokal.
Dengan ukuran yang kecil dan konsumsi daya yang relatif efisien, perangkat ini bisa digunakan sebagai komputer rumahan, perangkat kerja, hingga mesin yang terus aktif untuk menjalankan AI agent.
Apple menyebut Mac mini terbaru memang dirancang untuk berbagai kebutuhan tersebut.
“Baik digunakan sebagai komputer rumah, mendukung studio profesional, atau sebagai perangkat agentic yang selalu aktif, ini adalah Mac kecil yang bisa melakukan semuanya,” kata Kepala Divisi Hardware Apple, Johny Srouji.
Salah satu faktor yang membuat Mac mini semakin diminati adalah meningkatnya penggunaan AI agent, termasuk sistem AI yang dapat menjalankan tugas secara lebih mandiri.
Permintaan terhadap perangkat Mac mini untuk kebutuhan tersebut bahkan dilaporkan meningkat hingga membuat stok di sejumlah Apple Store menipis.
Salah satu varian Mac mini terbaru menggunakan chip M6 dengan teknologi 2 nanometer.
Apple mengklaim chip tersebut mampu memberikan performa AI hingga empat kali lebih cepat dibandingkan Mac mini generasi sebelumnya yang menggunakan chip M4.
Selain AI, Apple juga menyebut performa grafis dan kecepatan penyimpanan meningkat hingga dua kali lipat dibandingkan generasi sebelumnya.
Sementara itu, versi yang lebih tinggi menggunakan chip M5 Pro.
Varian ini menawarkan konfigurasi hingga CPU 18-core dan GPU 20-core, yang ditujukan untuk pengguna profesional dengan kebutuhan komputasi lebih berat, termasuk pekerjaan visual effect dan pengolahan konten profesional.
Selain Mac mini, Apple juga memperbarui lini Mac Studio.
Komputer desktop untuk pengguna profesional tersebut kini hadir dengan pilihan chip M5 Max dan M5 Ultra.
Mac Studio versi terbaru ditujukan untuk developer dan profesional yang membutuhkan performa tinggi, termasuk untuk menjalankan model AI berukuran besar langsung di perangkat.
Apple juga menyebut beberapa Mac Studio dapat digabungkan untuk menangani tugas komputasi AI yang lebih berat.
Namun, peningkatan performa tersebut juga datang dengan harga yang lebih tinggi.
Mac Studio dengan chip M5 Max dibanderol mulai US$2.499, naik dari harga awal generasi sebelumnya yang sebesar US$1.999.
Sementara itu, versi M5 Ultra dibanderol mulai US$5.499.
Peluncuran perangkat terbaru ini juga terjadi di tengah meningkatnya tekanan biaya produksi perangkat elektronik.
Harga chip memori mengalami kenaikan akibat tingginya permintaan dari industri data center dan pengembangan AI.
Kondisi tersebut sebelumnya telah mendorong Apple menaikkan harga sejumlah produk Mac dan iPad.
Meski begitu, Apple tampaknya melihat kebutuhan AI sebagai salah satu arah utama bagi lini komputer Mac ke depan.
Mac mini yang selama ini dikenal sebagai komputer desktop berukuran kecil kini mulai mendapat peran baru: bukan hanya sebagai komputer biasa, tetapi juga sebagai perangkat yang bisa terus aktif menjalankan berbagai tugas berbasis AI.
Peluncuran ini juga disebut menjadi salah satu produk besar terakhir Apple di bawah kepemimpinan Tim Cook sebagai CEO.
Setelah itu, posisi CEO Apple dijadwalkan akan beralih kepada John Ternus, salah satu petinggi Apple yang telah lama menangani divisi hardware perusahaan.
Dengan Mac mini baru yang lebih bertenaga dan fokus pada AI, Apple seolah ingin menegaskan satu hal: komputer kecil kini nggak cuma buat kerja ringan—tapi juga bisa jadi “rumah” untuk AI yang bekerja di belakang layar.