Jakarta — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terus melakukan pemantauan terhadap sejumlah zona megathrust di Indonesia yang memiliki potensi menghasilkan gempa bumi besar.
Tiga wilayah yang menjadi perhatian utama BMKG adalah zona megathrust di Selat Sunda, Mentawai-Siberut, dan Jawa bagian selatan. Kawasan tersebut menjadi perhatian karena menyimpan energi tektonik yang dapat dilepaskan dalam bentuk gempa kuat.
Zona megathrust merupakan wilayah pertemuan lempeng bumi yang memiliki potensi menghasilkan gempa dengan magnitudo besar. Indonesia menjadi salah satu negara yang memiliki banyak zona megathrust karena berada di kawasan Cincin Api Pasifik (Ring of Fire).
BMKG menjelaskan bahwa potensi gempa besar di zona megathrust bukan berarti gempa pasti akan terjadi dalam waktu dekat. Informasi tersebut merupakan bagian dari kajian mitigasi bencana untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dan pemerintah.
Selain melakukan pemantauan aktivitas seismik, BMKG juga terus memperkuat sistem peringatan dini, edukasi kebencanaan, serta koordinasi dengan berbagai pihak untuk menghadapi kemungkinan bencana.
Kepala BMKG mengingatkan bahwa masyarakat tidak perlu panik, tetapi harus memahami langkah mitigasi yang tepat, seperti mengetahui jalur evakuasi, menyiapkan perlengkapan darurat, serta mengikuti informasi resmi dari lembaga terkait.
Indonesia memiliki sejarah gempa besar yang berasal dari aktivitas zona megathrust. Oleh karena itu, kesiapan menghadapi bencana menjadi salah satu faktor penting dalam mengurangi risiko korban dan kerugian.