Aktor legendaris Bollywood, Amitabh Bachchan, tetap menjalankan tradisi menyapa para penggemarnya meski kali ini dengan pengamanan yang tidak biasa. Pada Minggu (1/11/2026), ia muncul di luar kediamannya di Jalsa, Mumbai, dengan perlindungan berupa lapisan kaca antipeluru.
Momen tersebut menjadi perhatian karena selama sekitar 42 tahun, Amitabh dikenal rutin menyapa penggemar yang berkumpul di depan rumahnya setiap hari Minggu. Tradisi yang dikenal dengan sebutan darshan itu telah menjadi kebiasaan yang dinantikan para penggemarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Amitabh tampak berada di balik lapisan kaca pelindung saat menyapa kerumunan penggemar. Putranya, Abhishek Bachchan, turut mendampingi sang aktor sepanjang kegiatan berlangsung.
Pemandangan itu terlihat berbeda dari kebiasaan sebelumnya. Meski demikian, Amitabh tetap menyempatkan diri menyapa para penggemar yang telah datang ke kediamannya.
Penggunaan kaca antipeluru tersebut dilaporkan berkaitan dengan ancaman bom yang diterima pada Jumat (30/10/2026). Menurut laporan yang dikutip CNN Indonesia dari Times of India, sebuah sekolah di kawasan Bandra-Kurla Complex (BKC), Mumbai, menerima surat elektronik berisi ancaman yang menyasar kediaman Amitabh Bachchan.
Informasi tersebut kemudian diteruskan kepada kepolisian setempat. Kepolisian Mumbai dilaporkan telah melakukan penyelidikan, tetapi hasilnya belum diumumkan kepada publik.
Hingga saat itu, belum diketahui secara pasti apakah ancaman tersebut secara khusus merujuk pada kediaman Jalsa atau properti Amitabh lainnya, Prateeksha.
Langkah pengamanan terhadap Amitabh juga muncul di tengah meningkatnya kekhawatiran terkait keselamatan sejumlah selebritas Bollywood.
Pada 18 Oktober 2026, insiden penembakan dilaporkan menargetkan aktor Tiger Shroff. Pelaku disebut sempat memantau kediaman beberapa selebritas sebelum melancarkan aksinya.
Laporan Mid-Day dan Gulf News pada 21 Oktober 2026 juga menyebut para pelaku diduga menggunakan jasa pengemudi becak motor untuk mendatangi rumah sejumlah bintang Bollywood dengan alasan ingin memotret properti mereka. Nama Amitabh Bachchan, Salman Khan, Aamir Khan, dan Akshay Kumar termasuk dalam daftar selebritas yang disebut menjadi sasaran pemantauan.
Di tengah situasi tersebut, Amitabh Bachchan juga diketahui sedang menjalani pemulihan akibat cedera pada lutut kirinya. Cedera itu dialami setelah ia terpeleset dan terjatuh ketika menjalani proses syuting acara Kaun Banega Crorepati 18 pada Oktober 2026.
Ia sempat mengungkapkan bahwa kondisi tersebut membuatnya kesulitan berdiri saat membawakan segmen monolog pembuka acara.
Meski menghadapi persoalan kesehatan dan keamanan, Amitabh tetap mempertahankan tradisi menyapa para penggemarnya. Kali ini, kebiasaan selama puluhan tahun tersebut dilakukan dengan perlindungan ekstra.
Belum memiliki fasilitas kolam renang yang layak, atlet renang Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara, memanfaatkan Sungai Laende untuk berlatih menjelang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XV 2026 pada Desember mendatang. Namun, latihan di aliran sungai tersebut memiliki sejumlah keterbatasan, salah satunya soal lintasan yang tidak memenuhi standar. “Kondisi ini menyulitkan pelatih mengukur kecepatan dan kemampuan atlet, khususnya untuk nomor 50 dan 100 meter,” ujar Koordinator Pelatih Tim Renang Muna, Abdullah. Sementara itu, sebanyak 12 atlet sedang dipersiapkan untuk mengikuti sejumlah pertandingan renang Porprov XV. Sumber: https://t.co/U6RHeQJlBK ~R #Sulawesi #Viral #Read
— Kompas.com (@kompascom) November 3, 2026
Meski menghadapi berbagai keterbatasan, sebanyak 12 atlet renang Kabupaten Muna kini tengah dipersiapkan untuk mengikuti Porprov XV.
Mereka akan menjalani persiapan untuk sejumlah nomor pertandingan renang yang diperlombakan dalam ajang tersebut. Latihan di Kali Laende menjadi salah satu upaya agar para atlet tetap memiliki kesiapan fisik dan kemampuan teknis menjelang kompetisi.
Dengan waktu persiapan yang terus berjalan menuju Desember 2026, dukungan fasilitas dan pembinaan menjadi faktor penting untuk menunjang perjuangan para atlet.
Kondisi atlet renang Muna memperlihatkan bahwa semangat berlatih saja belum cukup untuk menunjang prestasi olahraga. Ketersediaan fasilitas yang sesuai kebutuhan cabang olahraga juga menjadi bagian penting dalam proses pembinaan.
Kolam renang yang memenuhi standar dapat membantu atlet menjalani latihan secara lebih terukur sekaligus mempersiapkan diri menghadapi kondisi pertandingan sesungguhnya.
Menjelang Porprov XV, perjuangan 12 atlet Muna di Kali Laende menjadi gambaran bagaimana keterbatasan sarana tidak menghentikan upaya mereka untuk membawa nama daerah. Namun, kebutuhan akan fasilitas olahraga yang layak tetap menjadi perhatian agar pembinaan atlet dapat berlangsung secara optimal.