Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah wilayah Bali menyebabkan antrean panjang di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU). Pengendara di Denpasar dan Badung bagian selatan, termasuk Kuta, dilaporkan harus menunggu berjam-jam untuk mengisi bahan bakar.
Pasokan Pertalite dan, di beberapa lokasi, Pertamax dilaporkan sulit ditemukan. Antrean bahkan meluber hingga ke jalan sekitar SPBU. Sejumlah pengendara juga mengaku harus mendatangi beberapa SPBU karena stok BBM sudah habis.
Salah seorang warga mengatakan istrinya harus mengantre sejak sebelum matahari terbit demi mendapatkan BBM.
“Pagi ini, istri saya mengantre sejak pukul 04.30 dan menunggu selama dua setengah jam sebelum akhirnya bisa mengisi BBM. Gila,” ujarnya.
Situasi serupa terjadi di SPBU Jalan Raya Sesetan, Denpasar. Para pengendara yang mengantre diberi tahu bahwa stok Pertalite telah habis. Kondisi tersebut juga dilaporkan terjadi di sejumlah wilayah lain di Denpasar dan Kuta.
Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan ESDM Bali, Ida Bagus Setiawan, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Pertamina dan para distributor untuk memulihkan pasokan BBM.
Menurut Setiawan, gangguan distribusi berkaitan dengan pengalihan yang melibatkan Depot Pesanggaran dan Terminal Transit Manggis. Proses pemulihan pasokan disebut sedang dilakukan secara bertahap.
Meski demikian, pihak berwenang masih menunggu informasi lebih rinci mengenai penyebab gangguan distribusi serta dampaknya terhadap ketersediaan BBM di berbagai wilayah.
Gangguan pasokan ini juga bukan kali pertama terjadi. Pada akhir Agustus lalu, masalah serupa sempat memicu antrean panjang di sejumlah SPBU di Bali. Hingga kini, distribusi BBM dilaporkan berangsur pulih, tetapi ketersediaannya masih berbeda-beda di setiap lokasi.