LIMOGES, PRANCIS — Kebakaran hebat melanda balai kota bersejarah di Limoges, Prancis, yang diduga dipicu aksi pembakaran. Kobaran api melahap bangunan bersejarah dari abad ke-19 tersebut hingga menyebabkan menara jamnya runtuh.
Peristiwa ini terjadi setelah demonstrasi nasional yang berlangsung pada Sabtu. Kebakaran tersebut mengakibatkan kerusakan serius pada bangunan yang telah menjadi bagian dari sejarah kota Limoges selama lebih dari satu abad.
Petugas pemadam kebakaran dikerahkan untuk mengendalikan kobaran api dan berjuang memadamkannya sepanjang malam. Upaya pemadaman dilakukan guna mencegah api menyebar lebih jauh serta mengurangi risiko kerusakan tambahan pada struktur bangunan.
Sementara itu, pihak berwenang masih melakukan pemeriksaan terhadap kondisi bangunan setelah kebakaran. Pemeriksaan difokuskan pada kestabilan struktur dan potensi keruntuhan lanjutan, mengingat sebagian bangunan telah mengalami kerusakan parah.
Balai kota tersebut diresmikan pada 1883 dan memiliki nilai sejarah penting bagi masyarakat setempat. Dengan usia lebih dari 140 tahun, bangunan ini menjadi salah satu bagian dari warisan arsitektur bersejarah di Limoges.
Hingga kini, dugaan aksi pembakaran masih menjadi perhatian dalam penyelidikan. Penyebab pasti kebakaran dan pihak yang bertanggung jawab belum dapat dipastikan berdasarkan informasi yang tersedia.
Kerusakan pada bangunan bersejarah tersebut menambah perhatian terhadap dampak kebakaran terhadap warisan arsitektur dan fasilitas publik di tengah situasi pascademonstrasi nasional di Prancis.