Video seekor bekantan yang terlihat sendirian di tepi sungai kawasan perkebunan kelapa sawit di Kalimantan menjadi perhatian warganet. Dalam rekaman yang beredar di media sosial, primata berhidung panjang tersebut tampak duduk di atas gundukan tanah dengan area sekitar yang minim pepohonan.
Video tersebut diunggah oleh akun TikTok @limpingtupau dan kemudian menyebar di berbagai platform media sosial. Pemandangan bekantan yang berada di tengah lanskap perkebunan sawit memicu kekhawatiran mengenai kondisi habitat satwa endemik Kalimantan tersebut.
Dalam rekaman itu, bekantan terlihat berada di tepian sungai yang dikelilingi kawasan dengan vegetasi terbatas. Namun, lokasi pasti video tersebut serta penyebab satwa itu terlihat sendirian belum dapat dipastikan secara independen.
Bekantan (Nasalis larvatus) merupakan primata endemik Pulau Kalimantan yang hidup di berbagai ekosistem lahan basah, termasuk hutan mangrove, hutan rawa, dan hutan di sepanjang aliran sungai. Satwa ini menghabiskan sebagian besar waktunya di pepohonan dan hidup dalam kelompok sosial.
Alih fungsi hutan menjadi perkebunan kelapa sawit, pertambangan, dan kawasan permukiman menjadi sejumlah ancaman bagi habitat bekantan. Berkurangnya tutupan pohon dapat membatasi akses terhadap sumber makanan, memutus jalur pergerakan, serta meningkatkan risiko satwa turun ke tanah untuk mencari makan atau berpindah tempat.
Tekanan terhadap habitat bekantan juga menjadi perhatian lembaga konservasi. WWF Indonesia mencatat bahwa kelangsungan hidup primata ini sangat bergantung pada ekosistem tepi sungai dan kawasan lahan basah yang menyediakan sumber makanan serta tempat berlindung.
Karena itu, perlindungan hutan tepian sungai dan pemeliharaan koridor alami antarkawasan menjadi bagian penting dari upaya konservasi bekantan. Pengelolaan perkebunan yang memperhatikan keberadaan habitat satwa liar juga diperlukan untuk mengurangi tekanan terhadap populasi di alam.
Meski video tersebut belum membuktikan secara langsung bahwa bekantan yang terekam kehilangan habitat akibat aktivitas perkebunan, penampakan ini kembali menyoroti pentingnya menjaga ekosistem Kalimantan agar satwa liar tetap memiliki ruang hidup yang memadai.