Aliansi mahasiswa dan masyarakat sipil yang tergabung dalam Komite Sadar (Seruan Kedaulatan Rakyat) menggelar demonstrasi di Tugu Tani, Menteng, Jakarta Pusat, pada Selasa (20/10/2026). Aksi tersebut menjadi bentuk evaluasi terhadap dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Massa yang didominasi mahasiswa Universitas Indonesia (UI) dan sejumlah kampus lainnya turun ke jalan tanpa mengenakan jas almamater. Koordinator Sosial dan Politik BEM UI, Hafidz Hernanda, mengatakan langkah tersebut bertujuan agar mahasiswa lebih membaur dengan masyarakat sipil dan menegaskan bahwa setiap warga memiliki hak untuk menyampaikan pendapat.
Wakil Ketua BEM UI 2026, Fathimah Azzahra, menjelaskan bahwa Tugu Tani dipilih karena tuntutan aksi berfokus pada persoalan yang dirasakan langsung oleh masyarakat, khususnya kelompok bawah.
Sepanjang demonstrasi, massa mengangkat simbol tiga jari sebagai bentuk kekecewaan dan perlawanan. Situasi sempat memanas ketika peserta aksi bergerak ke badan jalan dan memblokade sebagian lajur Jalan Menteng Raya menuju Monas, sehingga arus lalu lintas tersendat.
Salah satu isu utama yang disuarakan adalah dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan. Pelaksana Tugas Ketua BEM Universitas Lambung Mangkurat (ULM), Satria Bima Agata, datang dari Kalimantan Selatan untuk menyampaikan kondisi warga yang terdampak kabut asap.
Satria menyebut kabut asap telah berlangsung selama empat bulan dan mengganggu pernapasan, kegiatan belajar, serta aktivitas ekonomi masyarakat. Ia juga menyinggung adanya laporan guru dan balita meninggal dunia serta banyak warga mengalami infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Ia mendesak pemerintah agar memberikan perhatian lebih serius terhadap kondisi tersebut.
Peserta aksi lainnya, Yusril (24), menuntut agar karhutla dan banjir ditetapkan sebagai bencana nasional. Menurutnya, pemerintah perlu mempertimbangkan dampak kebakaran terhadap kesehatan dan keselamatan masyarakat, bukan sekadar melihat jumlah korban sebagai angka.
Menjelang malam, sejumlah demonstran memanjat Patung Pahlawan di Tugu Tani untuk membentangkan spanduk. Spanduk tersebut kemudian diturunkan polisi sekitar pukul 18.35 WIB, menjelang berakhirnya aksi.
Ketua BEM UI, Yatalathof Imawan, menyatakan bahwa mahasiswa berencana kembali menggelar aksi nasional pada 28 Oktober 2026, bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda. Ia mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, untuk turut menyuarakan persoalan yang dinilai belum mendapat penanganan memadai.
Dalam demonstrasi tersebut, Komite Sadar menyampaikan lima tuntutan utama: