Partai Demokrat berhasil merebut kendali DPR dan Senat Amerika Serikat dalam pemilu paruh waktu atau midterm elections yang berlangsung pada Selasa (3/11/2026). Hasil tersebut menjadi pukulan politik bagi Partai Republik sekaligus membuka peluang bagi Demokrat untuk memperketat pengawasan terhadap agenda pemerintahan Presiden Donald Trump.
Kemenangan Demokrat di kedua kamar Kongres berpotensi mengubah arah pembahasan kebijakan dan legislasi selama sisa masa pemerintahan Trump. Partai tersebut kini memiliki posisi lebih kuat untuk mengawasi kebijakan pemerintah serta mengajukan rancangan undang-undang.
Presiden Donald Trump mengakui bahwa perang di Iran turut memengaruhi hasil pemilu dan membebani kandidat Partai Republik. Pengakuan tersebut disampaikan dalam wawancara dengan Fox News setelah hasil pemungutan suara menunjukkan kemenangan Demokrat.
Meski mengakui dampak konflik tersebut, Trump tetap membela kebijakannya terhadap Iran. Ia menyatakan bahwa para pemilih memahami pentingnya langkah yang telah diambil pemerintahannya.
Trump juga memperkirakan Demokrat akan mengajukan sejumlah rancangan undang-undang yang tidak disetujuinya. Ia menegaskan akan menggunakan hak veto jika rancangan tersebut dianggap tidak masuk akal.
Hasil pemilu turut memengaruhi pergerakan pasar keuangan global. Franc Swiss dan yen Jepang menguat terhadap dolar AS seiring investor mencari aset yang dinilai lebih aman di tengah perubahan peta politik Amerika Serikat.
Mengutip laporan Bloomberg melalui IDNFinancials, franc Swiss menguat hampir 1%, sementara yen Jepang naik sekitar 0,7% dalam perdagangan Asia. Indeks Dolar Bloomberg juga sempat turun hingga 0,4%, mencatat penurunan harian terdalam dalam sebulan terakhir.
Pergerakan tersebut mencerminkan kekhawatiran pasar terhadap kemungkinan kebuntuan politik di Washington serta dampak perubahan kebijakan pemerintah terhadap perekonomian Amerika Serikat.
Salah satu sektor yang turut menjadi perhatian investor adalah industri kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Kemenangan Demokrat di kedua kamar Kongres berpotensi meningkatkan pengawasan terhadap perusahaan teknologi dan investasi AI.
Pasar menilai perubahan kendali Kongres dapat memengaruhi kebijakan terkait pembangunan pusat data, belanja teknologi, hingga regulasi perusahaan AI. Kekhawatiran terhadap kemungkinan pembatasan tersebut ikut menambah tekanan terhadap dolar AS.
Namun, langkah memperketat regulasi tidak dapat dilakukan begitu saja. Rancangan undang-undang tetap harus melalui proses legislasi, sementara Trump masih memiliki kewenangan untuk memveto kebijakan yang disahkan Kongres.
Meski menguasai DPR dan Senat, Demokrat tetap menghadapi tantangan dalam menjalankan agenda legislatif. Hak veto presiden menjadi salah satu hambatan utama apabila rancangan undang-undang yang diajukan bertentangan dengan kebijakan pemerintahan Trump.
Selain itu, sejumlah keputusan legislatif membutuhkan dukungan lintas partai agar dapat disahkan. Kondisi tersebut membuat hubungan antara Gedung Putih dan Kongres diperkirakan menjadi faktor penting dalam menentukan arah kebijakan Amerika Serikat ke depan.
Dengan kendali Kongres yang kini berada di tangan Demokrat, pemerintahan Trump menghadapi pengawasan legislatif yang lebih ketat. Sementara itu, pasar keuangan dan industri teknologi akan mencermati bagaimana perubahan politik tersebut memengaruhi kebijakan ekonomi AS.