Dua warga negara Indonesia (WNI) dilaporkan mengalami luka ringan akibat serangan kelompok Houthi di Bandara Riyadh, Arab Saudi. Keduanya langsung mendapatkan perawatan medis dan diperbolehkan pulang pada hari yang sama.
Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Riyadh memastikan tidak ada WNI yang meninggal dunia dalam serangan susulan tersebut. Perwakilan Indonesia terus memantau situasi untuk memastikan kondisi dan keselamatan warga negara Indonesia di wilayah terdampak.
Insiden ini menjadi perhatian di tengah meningkatnya ketegangan keamanan di kawasan Timur Tengah. Serangan yang melibatkan kelompok Houthi menimbulkan risiko bagi aktivitas masyarakat sipil, termasuk warga negara asing yang berada di lokasi terdampak.
Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI) turut memantau kasus seorang pilot Ethiopian Airlines berkewarganegaraan Indonesia yang dilaporkan ditolak masuk ke Israel.
Kemlu RI terus mencermati perkembangan kasus tersebut untuk mengetahui alasan penolakan masuk dan memastikan penanganannya sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Informasi lebih lanjut mengenai identitas pilot, kronologi kejadian, serta alasan resmi penolakan belum dijelaskan secara terperinci dalam informasi yang tersedia.
Kedua peristiwa tersebut menyoroti tantangan perlindungan WNI di luar negeri, khususnya ketika terjadi ketegangan geopolitik dan persoalan keimigrasian. Pemerintah Indonesia melalui perwakilan diplomatiknya terus memantau perkembangan situasi yang melibatkan warga negara Indonesia di luar negeri.