Kebakaran besar melanda permukiman padat Guryong Village di Distrik Gangnam, Seoul, Korea Selatan, pada Selasa (27/10/2026) sore. Kebakaran tersebut berdampak pada 107 warga dari 77 rumah tangga dan memaksa warga meninggalkan tempat tinggal mereka.
Api dilaporkan mulai muncul sekitar pukul 15.50 waktu setempat dari sebuah bangunan darurat di Zona 2 Guryong Village. Kobaran api kemudian menyebar ke sejumlah bagian permukiman akibat angin kencang yang membuat proses pemadaman semakin sulit.
Petugas pemadam kebakaran mengerahkan ratusan personel, puluhan kendaraan dan peralatan pemadam, serta enam helikopter untuk mengendalikan kobaran api. Petugas juga berupaya mencegah api meluas ke Gunung Guryong dan kawasan permukiman lain di sekitarnya.
Namun, upaya pemadaman menghadapi sejumlah kendala, termasuk keterbatasan pasokan air dan gang-gang sempit yang menyulitkan akses kendaraan pemadam kebakaran. Material bangunan yang mudah terbakar, seperti lembaran plastik, papan kayu, dan bahan insulasi, turut meningkatkan risiko penyebaran api.
Pemerintah Distrik Gangnam menyiapkan tempat penampungan sementara di sejumlah fasilitas umum, termasuk gedung olahraga sekolah, untuk warga yang terdampak. Berdasarkan laporan awal, tidak ada korban jiwa maupun orang hilang. Namun, laporan terbaru menyebut seorang perempuan berusia 30-an mengalami luka ringan pada kaki akibat insiden tersebut.
Kebakaran utama berhasil dikendalikan pada Rabu (28/10/2026) dini hari. Petugas kemudian melanjutkan proses pemadaman hingga seluruh api berhasil dipadamkan sekitar pukul 04.39 waktu setempat, atau hampir 13 jam sejak kebakaran pertama kali terjadi.
Insiden ini bukan yang pertama terjadi di Guryong Village. Pada Januari 2026, kebakaran di kawasan tersebut juga memaksa ratusan warga mengungsi. Permukiman yang terdiri dari rumah-rumah berdempetan dengan material mudah terbakar membuat kawasan ini rentan mengalami kebakaran besar.
Hingga kini, penyebab kebakaran terbaru masih diselidiki oleh pihak berwenang Korea Selatan. Pemeriksaan lanjutan akan dilakukan untuk mengetahui sumber api dan memastikan penyebab pasti insiden tersebut.