Sedikitnya sembilan orang ditangkap setelah kerusuhan pecah di Bilbao, Spanyol, menyusul pembatalan acara yang melibatkan komunikator Vito Quiles di dekat Universitas Deusto. Insiden tersebut diwarnai aksi pembakaran kendaraan dan pendirian barikade di jalanan.
Kerusuhan terjadi setelah acara Quiles dibatalkan karena risiko bentrokan dengan kelompok yang menentang kehadirannya. Situasi kemudian memanas hingga memicu aksi perusakan di sejumlah titik di sekitar lokasi.
Sejumlah orang dilaporkan membakar mobil dan sepeda motor milik polisi. Massa juga menggunakan kontainer sampah sebagai barikade untuk menghalangi jalan, sehingga mengganggu situasi keamanan di kawasan tersebut.
Polisi antihuru-hara dikerahkan untuk membubarkan massa dan mengendalikan keadaan. Aparat berupaya memulihkan ketertiban setelah aksi kekerasan dan pembakaran kendaraan terjadi di tengah ketegangan antara kelompok yang berbeda pandangan.
Vito Quiles akhirnya membatalkan acaranya dengan pertimbangan risiko bentrokan yang dapat membahayakan keselamatan peserta maupun masyarakat sekitar. Sementara itu, kampus Universitas Deusto dilaporkan ditutup sebagai bagian dari langkah pengamanan.
Insiden tersebut juga memicu kritik dari serikat polisi. Mereka mempertanyakan keputusan penarikan personel ketika potensi kerusuhan dinilai masih ada. Kritik tersebut menyoroti pentingnya kesiapan aparat dalam mengantisipasi eskalasi konflik dan menjaga keamanan di lokasi kegiatan publik.
Kerusuhan di Bilbao menambah perhatian terhadap ketegangan seputar acara publik yang melibatkan tokoh kontroversial di Spanyol. Penanganan insiden dan evaluasi pengamanan menjadi sorotan setelah sembilan orang dilaporkan ditangkap.