Seorang pria berusia 19 tahun ditemukan meninggal dunia di area asrama University of Toronto Mississauga (UTM), Kanada, pada Selasa dini hari, 3 November 2026. Peristiwa tersebut terjadi setelah polisi merespons laporan dugaan tindak kekerasan yang melibatkan pria tersebut di wilayah Brampton.
Kejadian berlangsung di kompleks asrama McLuhan Court, yang berada di lingkungan kampus UTM. Sebelum pria itu ditemukan meninggal, pihak universitas sempat mengeluarkan perintah perlindungan bagi mahasiswa dan penghuni kampus.
Kematian tersebut kini menjadi perhatian otoritas Ontario karena petugas Peel Regional Police berada di sekitar lokasi ketika insiden terjadi.
Berdasarkan informasi awal dari Special Investigations Unit (SIU) Ontario, polisi menerima panggilan darurat 911 pada Senin sore, 2 November 2026.
Laporan tersebut berkaitan dengan dugaan penyerangan terhadap seorang perempuan di Brampton. Setelah menerima informasi, petugas berupaya menemukan dan mengamankan pria berusia 19 tahun yang diduga terlibat dalam kejadian tersebut.
Setelah pukul 21.00 waktu setempat, polisi menemukan keberadaan pria itu di sebuah unit asrama dekat kawasan Dundas Street West dan Mississauga Road, tepatnya di lingkungan University of Toronto Mississauga.
Keberadaan pria tersebut di dalam unit asrama memicu respons kepolisian. Ia dilaporkan mengunci diri di dalam ruangan sehingga petugas harus melakukan pengamanan di sekitar lokasi.
Universitas kemudian mengeluarkan perintah shelter-in-place, yang meminta mahasiswa dan warga kampus untuk tetap berada di tempat aman. Area sekitar McLuhan Court juga diisolasi selama proses penanganan berlangsung.
Situasi tersebut membuat aktivitas kampus terganggu. Lebih dari 2.000 penghuni asrama dan anggota komunitas universitas terdampak oleh pembatasan aktivitas selama operasi kepolisian.
Menurut keterangan awal SIU, suara tembakan terdengar ketika petugas berada di sekitar unit asrama. Setelah melakukan sejumlah upaya komunikasi yang tidak berhasil, polisi memasuki unit dan menemukan pria tersebut dengan luka tembak yang diduga ditimbulkan oleh dirinya sendiri.
Ia kemudian dinyatakan meninggal dunia pada Selasa dini hari. SIU menyebut tidak ada korban luka lain yang dilaporkan dalam insiden tersebut.
Pihak berwenang belum mengungkap identitas pria tersebut kepada publik.
Dalam keterangan resminya, SIU menjelaskan bahwa pria tersebut bukan mahasiswa yang terdaftar di University of Toronto Mississauga. Ia diketahui berada di lingkungan kampus sebagai pengunjung.
Karena petugas kepolisian berada di sekitar lokasi saat kematian terjadi, SIU mengambil alih penyelidikan sesuai mandatnya sebagai lembaga independen yang mengawasi tindakan aparat penegak hukum di Ontario.
Sebanyak empat penyelidik dan dua petugas forensik telah ditugaskan untuk menangani perkara ini. Penyelidikan akan menelusuri rangkaian kejadian, termasuk tindakan petugas sebelum pria tersebut ditemukan meninggal dunia.
University of Toronto Mississauga mengumumkan bahwa kampus kembali dibuka pada Selasa, 3 November 2026. Namun, kegiatan perkuliahan pada hari tersebut dibatalkan untuk memberikan waktu bagi mahasiswa dan staf yang terdampak insiden.
Pihak universitas juga menyediakan dukungan konseling bagi komunitas kampus yang membutuhkan pendampingan setelah peristiwa tersebut.
Sementara itu, SIU masih melanjutkan penyelidikan untuk mengungkap secara lengkap kronologi kematian pria berusia 19 tahun tersebut.