Kericuhan terjadi di gedung parlemen Armenia pada Kamis (29/10/2026). Sejumlah anggota parlemen dari kubu pemerintah dan oposisi terlibat adu mulut yang berujung pada aksi saling dorong hingga baku pukul di tengah berlangsungnya sidang.
Insiden tersebut bermula ketika anggota partai berkuasa, Taron Chakhoyan, menyampaikan pidato. Situasi yang awalnya berupa perdebatan antarpihak kemudian semakin memanas hingga sejumlah anggota parlemen berdiri dan terlibat bentrokan fisik.
Ketegangan di ruang sidang meningkat ketika sejumlah anggota parlemen mulai saling berhadapan. Mereka terlihat saling dorong dan melayangkan pukulan di tengah suasana yang semakin tidak terkendali.
Bentrokan tersebut menyebabkan sejumlah anggota parlemen mengalami luka. Anggota oposisi Andranik Gevorgyan dilaporkan mengalami hidung berdarah, sementara pakaian Ruben Mkhitaryan disebut robek akibat kericuhan.
Kericuhan juga melibatkan Wakil Ketua Parlemen Armenia, Vahagn Aleksanyan. Ia dilaporkan melempar kursi ke arah anggota oposisi ketika bentrokan berlangsung.
Peristiwa tersebut menambah ketegangan di dalam gedung parlemen. Situasi yang semula merupakan perdebatan politik berubah menjadi konfrontasi fisik antara anggota dari kedua kubu.
Di tengah kericuhan, ambulans dilaporkan tiba di gedung parlemen untuk menangani anggota yang mengalami luka. Sidang pun sempat dihentikan sementara agar situasi dapat dikendalikan.
Setelah kondisi mereda, kegiatan parlemen dilaporkan kembali dilanjutkan.
Insiden ini kembali menyoroti ketegangan antara kubu pemerintah dan oposisi di Armenia. Perbedaan pandangan politik yang disampaikan dalam forum legislatif berujung pada bentrokan fisik di lembaga yang seharusnya menjadi ruang perdebatan dan pengambilan keputusan secara demokratis.