The Plaza Hotel, salah satu hotel ikonik di New York City, Amerika Serikat, akan ditutup sementara mulai Januari 2027 untuk menjalani restorasi besar pada bagian luar bangunan bersejarahnya. Penutupan ini diperkirakan berlangsung setidaknya selama empat tahun.
Dalam pengumuman pada 14 Oktober 2026, pihak hotel menjelaskan bahwa restorasi akan berfokus pada perbaikan dan pemulihan fasad bangunan yang dilindungi sebagai bangunan bersejarah. Proyek tersebut dinilai kompleks dan berpotensi mengganggu operasional hotel secara signifikan.
Rencana pengerjaan masih dalam tahap perencanaan. Pelaksanaannya akan dikoordinasikan dengan berbagai pihak terkait serta mengikuti ketentuan pelestarian bangunan bersejarah.
Sejak dibuka pada 1 Oktober 1907, The Plaza telah menjadi tujuan bagi pemimpin dunia, tokoh hiburan, dan wisatawan dari berbagai negara. Berlokasi di Fifth Avenue, dekat Central Park, hotel ini dikenal dengan akomodasi mewah, restoran, layanan afternoon tea di Palm Court, serta ruang acara seperti Grand Ballroom dan Terrace Room.
Hotel yang dirancang oleh arsitek Henry Janeway Hardenbergh ini telah mengalami beberapa kali pergantian kepemilikan dan renovasi. Pada 1988, Donald Trump membeli properti tersebut senilai 390 juta dolar AS dan memilikinya hingga 1995. Sebagian bangunan kemudian dialihfungsikan menjadi kondominium pada awal 2000-an.
Saat ini, The Plaza memiliki 282 kamar hotel, termasuk 102 suite, serta 181 unit kondominium. Namun, belum ada kepastian apakah penghuni kondominium harus meninggalkan tempat tinggal mereka selama restorasi berlangsung.
Penutupan ini juga menimbulkan ketidakpastian bagi para pekerja hotel. Serikat pekerja Hotel & Gaming Trades Council menyatakan bahwa 378 anggotanya yang bekerja di The Plaza berhak kembali ke posisi masing-masing dengan tingkat upah yang sama setelah hotel dibuka kembali. Selama masa penutupan, serikat pekerja berencana membantu mereka mencari pekerjaan di tempat lain.