WASHINGTON, TDN Media — Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan dirinya tidak meyakini China dan Rusia memberikan bantuan kepada Iran di tengah perang yang melibatkan Washington, Teheran, dan Israel. Menurut Trump, kedua negara tersebut memiliki terlalu banyak risiko yang harus ditanggung jika terlibat dalam dukungan terhadap Iran.
Pernyataan itu disampaikan Trump melalui platform Truth Social pada Senin malam, 12 Oktober 2026, waktu setempat. Ia merespons komentar dari para pengkritik dan lawan politiknya yang menyebut China dan Rusia membantu Teheran.
“Jika mereka melakukannya, skalanya sangat rendah, tetapi saya tidak percaya mereka membantu sama sekali,” tulis Trump, sebagaimana dilaporkan Reuters pada Selasa, 13 Oktober 2026.
Trump menambahkan bahwa Washington akan segera mengetahui apabila Beijing dan Moskow benar-benar memberikan bantuan kepada Iran.
Pernyataan terbaru tersebut sejalan dengan sikap Trump sebelumnya yang menyebut China dan Rusia bersikap netral dalam konflik Iran. Pada Juli 2026, Trump mengatakan dirinya mempercayai kedua negara itu untuk tidak membantu Teheran, sembari memperingatkan bahwa keterlibatan mereka dapat membawa konsekuensi serius.
Bulan sebelumnya, Trump juga memperingatkan Presiden China Xi Jinping agar tidak memberikan dukungan kepada Iran saat kunjungan pemimpin China tersebut ke Washington. Menurut Duta Besar AS untuk China, Trump saat itu menerima jaminan bahwa Beijing tidak akan memberikan bantuan tersebut.
Meski demikian, dugaan mengenai dukungan China terhadap Iran tetap menjadi perhatian. Sejumlah laporan sebelumnya menyebut kemungkinan pasokan peluncur rudal pertahanan udara portabel serta bantuan untuk menghindari sanksi terhadap penjualan minyak Iran. Dugaan tersebut tidak berarti bahwa seluruh bentuk bantuan yang dituduhkan telah terbukti.
China dan Rusia diketahui memiliki hubungan erat dengan Teheran. Namun, sikap keduanya terhadap perang Iran tidak sepenuhnya sama dengan posisi Amerika Serikat.
Beijing sebelumnya mengecam serangan Washington terhadap Iran dan menyebutnya sebagai pelanggaran terhadap kedaulatan negara tersebut. Sementara itu, Moskow memperingatkan bahwa perang berpotensi memicu perlombaan senjata nuklir di Timur Tengah.
Di sisi lain, Trump menilai China dan Rusia memiliki kepentingan yang terlalu besar untuk dipertaruhkan apabila mereka memutuskan membantu Iran secara langsung.
Pernyataan Trump tersebut menunjukkan penilaiannya mengenai kemungkinan keterlibatan Beijing dan Moskow. Namun, pernyataan itu sendiri tidak membuktikan bahwa tidak ada bantuan yang diberikan kepada Teheran.
Konflik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran masih menjadi perhatian internasional karena dampaknya terhadap keamanan kawasan Timur Tengah dan stabilitas geopolitik global.